Sabtu, 01 Juni 2019

Membuka lembar baru?

Lagi lagi openingnya tertulis "udah lama ya nggak ngeblog" atau "terakhir kali blogging kapan ya"
2014 ke 2015 ke 2016, dan sekarang udah 2019 ae.

Baru banget baca tulisan pendek seseorang yang baru baru ini ku kagumi keberadaannya. "Mimpi yang terkubur adalah mimpi yang nggak dikerjakan". Setuju sih, lalu ambil kaca, dan ngomong sama diri sendiri. "hei mau berapa alasan lagi?"

Kuliah udah rampung, kerjaan juga udah punya. Mau berapa alasan lagi buat membiarkan segala perencanaan tetap jadi rencana dan segala daftar impian tetap bersih tanpa coretan.

"udah lama ya nggak serius nulis",
"nulis aja engga, apalagi serius nulis".
Jadi malu, dulu suka bilang sama diri sendiri, pengen banget jadi orang yang punya pengaruh lewat karya. Tapi lucunya sekalipun nggak pernah mulai. Sampai akhirnya diterjunkan ke sebuah dunia dimana setiap orangnya punya karya, setiap manusianya punya cerita dan mimpi mulia.

Buka satu per satu media sosial mereka, bikin pengen nutup media sosial sendiri.
Jadi pengen rebranding, cie gitu. Abisnya malu, masih belum ada jejak digital yang bisa kasi lihat apasih yang ada dipikiran seorang saya sesungguhnya. Yang nampang masih aja foto muka bertebaran tapi ngga ada cerita, yang nampak masih saja tulisan curhat ala-ala yang rata barisannya masih bikin sakit mata.

"Nanti pas kuliah tidak lagi mengikat, ketika duit bukan lagi jadi alasan..."

Ceritaffuri akan berlanjut, masih dipikirkan lewat medium apa.
Insyaallah kali ini akan serius. Ceritanya membuka lembar baru, tapi sepertinya lebih tepat buat dibilang lembaran baru untuk kembali membuka diri.

Sampai jumpa!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Deep Thought in middle of 2025: Mental Health

For the intro, entah tabiat atau gimana blog ini kayaknya akan ada post dump setahun sekali deh. But it's okay tho, at least setiap tah...