Sebelum mulai, mari kita ubah mood menjadi sendu. *triiing* Terkadang kalau lidah udah jadi kelu, pundak siapapun tidak lagi bisa ditumpu, ya menulis satu-satunya yang jadi pelarian semu. Cie gitu.
Nggak ah, tulisan ini bukannya mau sambat, cuma mau jadi media buat meninggalkan jejak kata aja. Pas banget buat merangkum hari ini [20/11], ceritanya. Obrolan singkat bareng temen dari sebuah masa, ditengah aktivitas yang bikin dikit-dikit jadi kilas balik, eh si lagu sendu ikut keputer seakan jadi background musik.
Jadi menerawang, lalu memaksa diri buat mengakui kalau semua ini pernah terasa menyenangkan. Kalau kata bangcan, "The you I've pictured even in my dreams, have already changed". Melepas nggak pernah jadi sesuatu yang super mudah, yakan? Melepas, ibarat proses melewati gerbang sambil bertanya: beneran nih nggakpapa pergi? Eh tapi kalau boleh jujur rasanya lega, asli deh.
Kepada hari-hari yang menyenangkan, tentunya ada banyak terima kasih yang terucap. Nah, kalau yang menyebalkan, ya sudah, toh sudah disudahi juga. Dalam prosesnya, perasaan ya sedang beradu, mixed feeling ceunah.
***
Injeonghagi Silheo, Ihaehagi Himdeuleo, -Bang Chan, SKZ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar